PENGUMUMAN


BAGI SISWA SMA ISLAMIC YANG BELUM HAPALAN SURAT AN-NABA KERJAKAN TUGAS DIBAWAH INI :
1.MEMBUAT MAKALAH TAFSIR AN-NABA DENGAN REFERENSI TAFSIR IBNU KASIR ATAU TAFSIR AL-MISBAH
2.MAKALAH DI KETIK SENDIRI DI JILID DENGAN RAPI
3.MENGGUNAKAN KERTAS A4 DENGAN TULISAN TIMES NEW ROMAN
4.DIKUMPULKAN PALING LAMBAT HARI KAMIS JAM 08.00 WIB

Iklan

Sepuluh kaidah Imam Al-Ghazali


1. Kaidah pertama adalah niat yang tulus dan lurus tanpa keraguan.sebab Rasulullah bersabda Sesungguhnya setiap orang itu bergantung pada niatnya.(HR Bukhari).yang dimaksud dengan niat adalah ketetapan hati dan ketulusan adalah kesempurnaan untuk mengerjakan perbuatan atau meninggalkannya karena Allah.sementara lurus tanpa keraguan artinya kesinambungan di atas kebiasaan yang mulia.
2. Kaidah kedua adalah beramal karena Allah, tanpa sekutu dan tanpa mempersekutukanya.sebab Rasulullah bersabda sembahlah Allah seakan-akan kamu melihat-NYA. Jika kamu tidak melihat-NYA, sesungguhnya DIA melihatmu.(HR Bukhari).tanda beramal karena Allah adalah tiadanya keridhaan kepada selain al-haq. Telah diriwayatka dalam sebuah hadits , jauhilah makhluk, celakalah hamba harta.(HR Bukhari)
3. Kaidah ketiga adalah menyesuiakan diri dengan kehendak al-haq dengan kesesuaian dan wafaq. Mengingkari ego dengan sikap sabar di saat perpisahan dan ketika menahan kerinduan. Meninggalkan hawa nafsu, berpaling dari dusta dan penyimpangan. Barang siapa membiasakannya dia akan keluar dari keterhijaban dan masuk ke dalam ketersingkapan.
4. Kaidah keempat adalah beramal dengan mengikuti sunnah Rasul, bukan dengan berbuat bid’ah. Hendaknya anda tidak menjadi budak nafsu dan tidak berfikran sesat. Tidak akan beruntung orang yang menjadikan dirinya sebagai pemimpin untuk dirinya dalam bertindak, karena Rasuilullah bersabda, kalian harus mendengar dan taat walaupun kepada budak habasyi.(HR Bukhari)
5. Kaidah kelima adalah kecemasan yang tinggi terhadap sikap menunda-nunda pekerjaan yang dapat membinasakan anda. Rasulullah bersabda, jangan tinggalkan hari ini untuk besok. Sebab sebagian pekerjaan merupakan bagian dari yang lain. Jika tidak dmikian barang siapa yang ridha dengan sesuatu yang paling rendah, diharamkan baginya sesuatu yang yang tinggi. Orang yang paling sempurna dalam mengikuti sunnah adalah orang sunni, bukan mutasyasyi, mu’tazilah dan ahli bid’ah.
6. Kaidah keenam adalah kelemahan dan kehinaan. Al-Junaid ditanya tentang tawadhu, dia menjawab tawadhu adalah merendahkan diri, sedang Ruwayn berkata, tawadhu adalah kerendahan kalbu dihadapan Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib.
7. Kaidah ketujuh adalah memelihara rasa takut dan harapan yang sebetulnya adalah satu makna. Hendaklah anda memperbagus persangkaan anda bkepada Yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi Kebaikan.
8. Kaidah kedelapan adalah memelihara wirid. Kerjakanlah semata-mata karena Allah , apa-apa yang diridhaiNya, sebagaimana anda senang agar Allah melakukan apa-apa yang anda senangi.
9. Kaidah kesembilan adalah senantiasa melakukan muqarabah, dan tidak berpaling dariNYA sekejap pun.
10. Kaidah kesepuluh adalah mengetahui sesuatu yang wajib , menyibukkan dirinya baik lahir maupun batin, disertai dengan kesungguhan. Dalam kitab riyadhus shalihin di jelaskan siapa yang ingin dekat dengan Allah lakukan ibadah fardhu tapi siapa yang ingin di cintai Allah lakukanlah pula ibadah – ibadah sunnah.