HIKMAH PUASA


 

  1. Dari Umar r.a., katanya: “siapakah yang hapal sebuah hadits dari Nabi SAW berkenaan dengan fitnah?” Jawab hudzaifah, “Aku mendengar beliau bersabda : fitnah seseorang dalam keluarganya, dalam hartanya dan tetangganya, dapat ditutup (dihapuskan) oleh sholat, puasa dan sedekah” (Hadits Bukhari no : 929).
  2. Dari Sahl r.a.,dari Nabi SAW., sabdanya: “ sesungguhnya didalam surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Pada hari kiamat, orang-orang yang puasa masuk kesurga dari pintu itu. Tidak seorang pun masuk dari pintu itu selain mereka. Mereka dipanggil: Mana orang yang puasa?. Lalu mereka berdiri. Todak seorangpun masuk dari pintu itu selain mereka. Setelah mereka masuk, pintu itu segera dikunci, maka tidak seorangpun yang dapat masuk”.( Hadits Bukhari no : 930 )
  3. Orang puasa, siapapun dia akan merasakan lapar dan haus, sehingga diharapkan bagi yang mampu mempunyai kepedulian sosial yang lebih dibulan Ramadhan ini. tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. Itulah orang yang menghardik anak yatim,. dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin. (Surat Al-Maun ayat 1 s/d 3 ).
  4. Puasa mengajarkan kepada kita untuk sabar dalam menghadapi hidup ini, maka dalam puasa selain ada yang membatalkan puasa, juga ada yang membatalkan pahala puasa, seperti berdusta, menggunjing, sumpah palsu dan lainnya.

Marhaban Ya Ramadhan


Marhaban Ya Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh ummat Islam, karena bulan ini adalah bulan yang dipenuhi dengan berbagai macam keberkahan. Tapi tidak sedikit orang yang apabila dia sudah sampai kepada bulan Ramadhan, bingung apa yang harus dikerjakannya. Sehingga tidak sedikit orang yang hidup dibulan Ramadhan tapi tidak dapat mengambil hikmah apapun didalammnya.

Apa yang seharusnya kaum muslimin kerjakan supaya dapat mengambil hikmah dibulan Ramadhan, dan tidak sia-sia hidupnya dibulan ini. Ada beberapa hal yang seharusnya kita kerjakan supaya hidup di bulan ini lebih bermakna :

  1. Rasulullah mengajarkan do’a kepada kita dimulai dari bulan Raja yaitu “Allahumma bariklanaa fi rajaba, wa sya’bana wabalignaa ramadhan”, ya Allah berikan kami keberkahan bulan rajab, sya’ban dan sampaikanlah kami kepada bulan ramadhan.
  2. Memperbanyak pujian dan rasa syukur kepada Allah, karena kenikamatan yang besar bagi seorang muslim, tidak terletak pada jabatan, kekayaan, maupun bentuk fasilitas lainnya, tapi kenikmatan yang sesungguhnya Allah berikan adalah ketika kita bisa melaksanatan ketaatan kepadaNYA.
  3. Kembali mempelajari hukum-hukum ibadah di bulan suci ramadhan, karena Rasulullah bersabda ibadah yang tidak sesuai dengan ajaran beliau tidak akan diterima. Ibnu Khiban menjelaskan lebih lanjut “ Wakulluman bighairi ilmi ya’malu a’maluhu mardudatun la tuqbalu “, siapa orang yang beramal tanpa ilmu maka amalnya ditolak tidak diterima oleh Allah SWT.
  4. Lakukan halal bihalal sekarang sebelum ramadhan, bukan setelah ramadhan. Harapannya adalah dosa kita dengan sesama manusia sudah bersih, di bulan ramadhan kita khususkan bertaubat kepada Allah SWT. Sehingga I’dul fitri tiba kita betul-betul termasuk orang yang “MINAL A’IDZIN WAL FAIZIN”.
  5. AKHIRNYA SAYA MENGUCAPKAN MENUNAIKAN IBADAH PUASA KEPADA SELURUH KOMPASANER YANG MUSLIM, MARHABAN YA RAMADHAN.