Rencana Allah begitu Indah


Rencana Allah begitu indah
Setiap hari minggu ba’da mengisi ta’lim saya menyempatkan diri olahraga pagi dengan berjalan kaki di komplek dan biasanya setelah selesai kami mampir dipasar kelapa dua untuk mengisi perut yang kosong. Suatu saat setelah kami selesai makan kami keliling pasar kelapa dua karena ada sesuatu yang harus kami beli. Pada saat itu kami ketemu dengan orang tua siswa dimana saya mengajar SMA Negeri 8 Kota tangerang. Dia bercerita dengan nada sedih, anaknya tidak mau makan, tidak mau keluar rumah, dan terus nangis karena tidak masuk SNMPTN undangan dari UI.
Sebulan kemudian ketika saya habis selesai sholat qobliyah subuh di masjid jami’ Al-falah, tempat dimana saya selalu melaksanakan sholat berjama’ah, bapak yang ketemu dipasar sebulan yang yang lalu dan bercerita dengan sedih itu, merangkul saya dan dia mengucapkan terimakasih karena anaknya diterima di UI fakultas yang dia inginkan lewat SNMPTN tulis.
216. Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.
Dua tahun yang lalu saya pindahkan sikembar sekolahnya dari kabupaten ke kota, karena ingin masuk SMP unggulan. Tapi apa yang terjadi saat ini sikembar sekolah SMP di kabupaten karena mereka dengan mamah sepakat disekolah yang mereka pilih. Setelah saya Tanya mengapa sekolahnya disitu, mereka menjawab karena sholat dhuhur dan asyarnya berjamaah disekolah masjid.
Padahal kalau menurut rencana kami sudah sangat tepat karenan sesuai rencana sikembar diterima di SMP unggulan di kota tangerang. Tapi mereka lebih baik pilih SMP yang ada sholat dhuhur dan asyarnya berjama’ah. Ini adalah rencana Allah yang lebih baik.