LANJUTAN


Allah SWT memerintahkan ibadah qurban kepada Nabi Ibrahim AS, dan dengan ikhlas Nabi Ibrahim dan putranya menerima perintah ini. Walaupun secara aqal sangat berat karena harus menyembelih putra satu-satunya. Tapi ketika beliau telah melakukan ini Allahpun memberikan anugrah yang luar biasa, seperti yang kita bisa baca dalam surat ashofat ayat 100 s/d 119 anatara lain :

  1. Nabi Ibrahim mendapatkan salam dari Allah
  2. Nabi Ibrahim dimasukkan orang mukhsin
  3. Nabi Ibrahim dimasukkan orang beriman
  4. Nabi Ibarahim diberikan putra lagi dari isterinya yang menurut logika mustahil punya anak karena sudah tua dan mandul
  5. Nabi Ibrahim diberikan keberkahan oleh Allah dengan keturunan dijadikan Nabi dan Rasul.

Inilah hikmah bagi mereka yang mau mengorbankan hartanya demi melaksanakan perintah Allah SWT.

Iklan

IBADAH HAJI DAN IBADAH QURBAN


Setelah Ramadhan selesai sekarang ummat Islam sedang bersiap-siap menghadapi ibadah haji dan ibadah qurban. Ibadah haji dan ibadah qurban adalah dua ibadah yang saling berkaitan dan merupakan ibadah yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan dilanjutkan oleh Nabi Muhammad SAW, kemudian oleh Allah di syari’atkan kepada ummat Islam.

Ibadah haji adalah ibadah yang sudah ada sejak Nabi Adam AS, ini menurut pendapat mayoritas ulama, bentuknya bagaimana ini yang menjadi perdebatan, tapi semua sepakat ibadah haji itu telah Allah wajibkan kepada semua Nabi seperti ibadah yang lainnya.

Ibadah ini membutuhkan kekuatan fisik dan finansial, yang sangat kuat terutama untuk ummat islam yang negaranya jauh dari mekkah. Karena ibadah haji hanya boleh dilakukan di mekkah. Oleh karenanya hanya orang yang mempunyai keimanan yang kuatlah yang mau mengorbankan hartanmya untuk ibadah ini.

Ibadah ini juga harus didukung fisik yang kuat, karena hampir semua manasiknya memerlukan fisik yang kuat dari mulai thawaf, sai, jumroh, wukuf dan lainnya. Maka diharapkan bagi kita yang jauh dari mekkah di harapkan ibadah ini bisa dilakukan bagi mereka yang relatif masih muda, maka ketika ada peraturan usia 60 tahun sebenarnya untuk mengantisifasi ini. supaya ibadah ini bisa dilakukan dengan khusu dan tawadhu.

Ibadah qurban pun demikian, ibadah ini memerlukan modal yang kuat. Maka hanya mereka yang mempunyai iman yang kuatlah yang mampu melaksanakan ibadah ini.

Ibadah ini dapat kita lihat penjelasannya dalan surat Ashofat ayat 100 sampai dengan 119, yaitu ketika Nabi Ibrahim menjelaskan tentang mimpinya kepada putra tercintanya Ismail. bersambung

BUAH DARI RAMADHAN


Tujuan Ramadhan adalah membuahkan manusia-manusia yang bertaqwa sebagaimana Allah firmankan dalam surat Al-Baqarah ayat 183.Taqwa dibangun dari dua hal yaitu:

  1. Iman
  2. Amal Shaleh

Allah menginginkan kita menjadi orang-orang yang imannya kuat,tahan banting,tak kenal patah arang,selalu yazid (bertambah).Dimanapun kita tinggal,siapapun kita,apapun kedudukan kita maka iman selalu ada dalam dada,karena ia pengontrol jiwa yang sedang gelisah,ia pengontrol hati yamg sedang sedih dan ia pelipur lara raga yang gundah.

Iman tanpa amal saleh akan terasa hampa karena iman itu abstrak,maka untuk mengkongkritkannya adalah amal shaleh.

Kesalehan yang diharapkan dari madrasah ramadhan adalah tiga kesalehan yaitu :

  1. Kesalehan individu, Allah mengharapkan kita bukan hanya rajin qiyamul lail di bulan ramadhan, tapi Allah juga menginginkan kita rajin dibulan lain. Allah menginginkan kita rajin puasa bukan hanya dibulan ramadhan tapi juga dibulan lail, maka disitulah ada puasa sunnah.
  2. Kesalehan sosial, Allah menginginkan kita bukan hanya dibulan ramadhan rajin berinfak itu tapi juga di bulan lain.Boleh jadi gempa yang bertubi-tubi itu adalah Allah mengetuk hati kita supaya kita mau peduli kepada sesama.
  3. Kesalehan Propesi, Allah menginginkan kita saleh secara propesi, karena perlu kita ingat taqwa itu tidak memandang tempat.Yakinlah apapun propesi kita ketika kita memberikan kemudahan kepada orang lain maka itu pahala yang luar biasa dihadapan Allah.

Azab Allah itu datang untuk mengingatkan kita


4. Dan kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang Telah ditetapkan. ( 15 : 04 )

16. Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. ( 17 : 16 )

58. Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. yang demikian itu Telah tertulis di dalam Kitab (Lauh mahfuzh). ( 17 : 58 )

52. (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. mereka mengingkari ayat-ayat Allah, Maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya. ( 08 : 52 )