KHUTBAH IDUL FITRI 1430 H


Allahu Akbar 9x

Segala puji kita sampaikan kepada pemilikNYA Allah SWT yang telah menganugrahkan begitu banyak nikmat kepada kita semua.Sholawat dan Salam semoga tercurah pada Rasulullah Nabi terakhir panutan seluruh ummat manusia.

Hari ini kita berada pada tanggal 1 syawal 1430 H, hari yang membahagiakan bagi mereka yang telah sukses menjalani ibadah ramadhan dengan khusu dan khudu kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam surat Al-A’la ayat  14-15. “Qod aflaha man tazakkaa wadzakarosma bihii fa sholla”.Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan dirinya dengan beriman,dan mengingat nama Tuhannya,lalu dia sholat.Tidak ada jalan lain kata pengarang tafsir al-maraghi untuk membersihkan diri kecuali dengan meningkatkan keimanan, meningkatkan keimanan salah satu caranya dengan peningkatan amaliyah ibadah. Untuk itulah kemudian Allah menghadirkan kepada kita bulan Ramadhan, dibulan ramadhan bukan hanya puasa yang Allah berikan kepada kita, disitu ada Qiyamullail, disitu ada infaq,sedeqah, zakat, wakaf, disitu ada tadarus, disitu ada ifthor, disitu ada sahur, disitu ada umrah, disitu ada lailatul qodr dan lain sebagainya yang semuanya adalah bentuk ibadah dalam rangka peningkatan iman kita kepada Allah SWT.

Ada dua bentuk hubungan yang harus dijalani manusia didunia ini yaitu hubungan vertikal dan hubungan horizontal. hubungan vertikal adalah hubungan manusia dengan Allah sedangkan hubungan horizontal adalah hungan manusia dengan sesama manusia, dibulan ramadhan kedua hungan ini oleh Allah diberikan kepada kita.

Puasa, qiyamullail, tilawatul qur’an adalah bentuk ibadah yang kita bangun supaya hungan vertikal kita tetap bagus sedangkan sedeqah, infaq, zakat adalah dalam rangka membangun hubungan horizontal yang baik.

Allah berfirman dalam surat Al-Imran ayat 112, mereka akan selalu ditimpa kehinaan kecuali bagi mereka yang selalu membangun hungan baik dengan Allah dan sesama manusia.

Ramadhan begitu indah Allah berikan kepada kita supaya kita tetap menjadi makhluknya yang sempurna yaitu makhluk yang tetap mampu menjaga hungan baik dengan DZATNYA dan dengan Makhluknya sesama manusia.Ramadhan sebagai bukti sayangnya Allah kepada makhlukya karena didalamnya adalah penebusan dosa-dosa yang dilakukan manusia dari ramadhan yang satu dengan ramadhan yang lainnya.Ramadhan adalah pembuktian seorang hamba pada Tuhannya apakah dia hamba yang mukhlis atau bukan, karena tidak ada yang tahu apakah kita puasa atau tidak kecuali kita dan Allah SWT.

Ramadhan juga sebagai bukti apakah kita peduli kepada sesama atau tidak, sebagai penerapan rasa lapar yang kita rasakan satu bulan penuh, apakah itu mampu untuk menjadikan kita menjadi manusia yang memperhtikan orang lain.Gempa tasikmalaya Allah hadirkan kepada kita, untuk menguji bagi yang terkena musibah apakah mereka bersabar atas ujian itu atau tidak, dan bagi yang tidak kena musibah apakah termasuk orang yang bersukur.

Syukur itu kita wujudkan dengan membantu mereka sekemampuan kita.Bukan termasuk muslim yang baik apabila merasa tidak tersentuh dengan penderitaan saudaranya.

Allahu Akbar 3x

Setelah itu kita menagungkan Allah pada malah hari tadi dengan memperbanyak dzikir, tahmid dan tahlil, Rasulullah bersabda “barang siapa yang menghidupkan malam dua hari raya, Allah tidak akan matikan hatinya ketika semua orang hatinya mati.Yaitu ketika menghadapi alam kubur dan hari qiamat.

Mengingat Allah akan memberikan ketenangan pada jiwa kita, kebersihan hati dan keluhuran jiwa.Setelah itu kita akhiri dengan sholat pada pagi ini. maka kemudian kita diberikan gelar oleh Allah sebagai orang yang “minal aidzin wal faidzin”. Orang yang kembali dan memperoleh kebahagian.

Ya Allah.Dzat yang maha pengampun dosa kami begitu banyak seperti tumpukan pasir di pantai, buih di lautan tapi hamba yakin mapunanMU melebihi itu, di hari yang bahagia ini ampuni dosa kami, dosa orang tua kami, dosa suami kami, dosa isteri kami, dosa anak-anak kami, dosa kaum muslimin dan muslimat baik yang masih hidup atau yang sudah tiada.

Ya Allah DZAT yang Maha Rahman, jadikan kami kaum muslimin menjadi hamba yang berkasih sayang, hamba yang selalu ingin membantu jika melihat saudaranya yang sedang membutuhkan, jadikan kami orang yang selalu berprinsip tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah.

Ya Allah DZAT yang Maha Latif, berikan kelembutan kepada hati kami, sebagai buah dari ibadah Ramadhan ini, supaya kami selalu menjadi hamba yang selalu mau memperhatikan saudara kami yang sedang kesusahan. Jadikanlah musibah yang engkau timpakan kepada bangsa kami membuat hati kami lembut sehingga kami selalu menjadi hamba yang bersyukur.

Ya Allah Tidak yang mampu mengabulkan do’a kami selain engkau kabulkanlah do’a kami ini ya Allah.

NUZULUL QUR’AN


Allah adalah Tuhan yang Maha segala-galanya, DIA bukan saja menciptakan surga dan neraka tapi juga memberikan jalan kepada manusia untuk terhindar dari neraka dan masuk kedalam surga. Itulah kiranya yang tergambar dari surat Al-baqarah ayat 185.

Al-Furqan adalah pembeda antara yang salah dan yang benar, salah artinya jalan kesesatan yang berujung neraka, sedang benar adalah kebaikan yang berujung surga.

Ummat Islam bukan hanya harus tahu kapan al-Qur’an diturunkan tapi yang jauh lebih penting adalah mampu memahami setiap ayat, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Memperingati nuzulul qur’an berarti mengingatkan kita supaya dalam hidup ini jangan sampai jauh dari al-qur’an, Rasulullah menjamin jika kita selalu berpegang teguh pada al-qur’an kita tidak akan tersesat.

Bahkan Rasulullah bersabda sebaik-baik manusia adalah yang belajar dan mengajarkan al-qur’an. Al-Qur’an adalah kalamullah, jika kita membaca al-qur’an berarti kita sedang berdiaolog dengan Allah, oleh karena ketika akan membaca al-qur’an diharapkan kita dalam keadaan suci.

Banyak sekali para ilmuwan telah meneliti kemukjizatan al-qur’an dari berbagai macam sudut, tapi ketahuilah Allah telah menginformasikan kepada kita jika lautan yang ada di dunia ini dijadikan tinta, dan pohon yang ada di dunia ini dijadikan penanya tidak akan pernah cukup menggali makna al-qur’an.

HIKMAH DI BALIK UJIAN


Allah SWT kembali mengingatkan kita dengan gempa yang berpusat di Tasikmalaya, korban meninggalpun sangat banyak, kehilanggan tempat tinggal dan harta benda yang lainnya.Seorang muslim ketika sedang di uji Allah maka ia akan mengatakan “innalillahi wa innailaihi rojiun”.

Setiap kejadian yang Allah berikan kepada kita pasti ada hikmahnya, tapi terkadang kita tidak bisa menagkapnya. Oleh karenanya marilah kita kembali merenungi jati diri kita sebagai makhluk yang diciptakan Allah untuk beribadah kepadaNYA. Setelah itu mari kita evaluasi ibadah kita, untuk selanjutnya memperbaiki diri supaya kita menjadi hamba Allah yang dikatakan Nabi Muhammad SAW, hebatnya orang beriman ketika dapat nikmat dia bersyukur dan ketika di uji dia bersabar.

Untuk saudara-saudaraku yang terkena musibah bersabarlah, insyaallah pertongan Allah sangat dekat kepada orang-orang yang beriman. Bagi kita yang tidak kena musibah mari bantu saudara kita dengan apa yang kita mampu, karena Allah selalu akan menolong hambanya selama hambanya mau menolong sesamanya.