Catatan Akhir Tahun 2011


Alhamdulillah umur kita disampaikan oleh Allah di penghujung tahun 2011. Saudaraku pernahkah kita berpikir tentang waktu-waktu yang telah kita lalui selama satu tahun kebelakang. Tanpa terasa walaupun umur kita ini secara jumlah bertambah tapi ketahuilah pada hakekatnya umur kita berkurang.
Saudaraku orang cerdas adalah orang yang senantiasa mengingat kematian, sehingga setiap saat kita mampu mengevaluasi diri kita. Jangan sampai kita termasuk orang yang lalai terpukau dengan kehidupan dunia ini, dan melupakan tempat kita kembali yaitu kampong akhirat.
Saudaraku jangan sampai kita termasuk orang yang rugi, yaitu orang yang amalnya tahun ini sama dengan tahun ini. Ia senantiasa lengah dikarenakan selalu merasa sempurna amalnya. Padahal kita tidak pernah tahu amal yang mana yang kita lakukan, yang diterima dan tercatat dihadapan Allah.
Saudaraku jangan sampai kita termasuk orang yang rusak, dikarenakan amal kita tahun ini lebih buruk dari tahun kemaren. Hitung berapa banyak amal yang kita sudah persembahkan untuk Allah, itu tidak akan pernah sebanding dengan apa yang Allah telah berikan kepada kita berupa nikmat. Lalu mengapa kita selalu merasa amal ini lebih baik, lebih sempurna padahal kita tidak pernah mengevaluasinya.
Saudaraku senantiasalah kita berprinsip untuk beramal lebih baik dari waktu yang telah kita lakukan sebelumnya. Karena orang yang berurtung adalah orang yang amalnya tahun ini lebih baik dari pada tahun kemaren.
Saudaraku mari kita akhiri tahun ini dengan mendekatkan diri kepada Allah, dengan memuhasabah diri kita. Oleh sebab itu mari kita hadiri masjid-masjid yang mengadakan acara ta’lim, muhasabah, tabligh dan acara-acara yang mendekatkan diri kita keapada Allah.
Ya Allah masukan kami ketahun 2012 dengan masuk yang baik, dan keluarkan kami dari tahun 2011 keluar yang baik pula. Berilah kekuatan kepada kami untuk senantiasa bertaqorub kepada-MU.

Iklan

Ibu


Tanggal 22 desember di kenal dengan hari ibu. Ibu adalah sosok wanita yang padanya diharapkan akan melahirkan manusia-manusia mulia yang punya integritas pada agama dan bangsanya. Banyak hadits atau perkataan ulama yang menjelaskan keutamaan seorang ibu, seperti,”surga berada ditelapak kaki ibu’.ibu adalah sekolah pertama bagi putra dan putrinya”.
Bahkan hadits yang sangat terkenal sekali, ketika ditanya oleh sahabat siapakah yang harus dimuliakan pertama kali didunia, beliau menjawabnya ibu, kemudian siapa lagi ya Rasul, Rasul menjawab ibu, kemudian siapa lagi ya Rasul, Rasul menjawab ibu, kemudian siapa lagi ya Rasul, baru Rasul menjawabnya bapak mu, penyebutan ibu tiga kali lebih banyak dari bapak.
Lalu mengapa ibu mendapatkan penghormatan seperti itu. Jawabannya adalah 4M, yaitu :
1. Ibulah yang mengandung,keadaan ini seperti digambarkan Allah dalam surat lukman ayat 14, mengandung bukanlah hal yang mudah tapi keadaan yang penuh dengan perjuangan, dan seorang ibu tidak pernah menyesalinya, tapi justru sebuah kebanggaan apabila bisa hamil.
2. Ibu yang melahirkan, keadaan melahirkan adalah keadan yang luar biasa penuh perjuangan dan taruhannya adalah nyawa, sampai-sampai Rasulullah bersabda seorang ibu yang melahirkan, kemudian dia ditaqdirkan meninggal maka balasannya adalah surga.
3. Ibulah yang menyusui, Menyusui menciptakan ikatan yang kuat antara ibu dan anak. Anak merasa memiliki tempat yang aman. Menyusui juga berperan penting dalam perkembangan emosional dan spiritual anak.
4. Ibulah yang mendidik pertama kali bagi putra dan putrinya, dia yang mengajarkan berbicara, dia yang mengajarkan dia berjalan, dia yang mengajarkan tatkrama dll.
Pekerjaan 4M diatas tidak bisa dilakukan oleh seorang ayah, hanya ibu yang bisa melakukannya, maka kemudia pepatah mengatakan anak yang hebat lahir dari seorang ibu yang hebat.
Simaklah kisah ini ketika suatu hari seorang pemuda beribadah umrah dengan ibunya yang sudah tidak berjalan, maka kemdian pemuda ini melakukan ibadah tawaf dan sa’I sambil menggendong ibunya.setelah itu dia datang kepada Rasulullah sambil mencritakan perihal ibadahnya itu, kemudian dia bertana ya Rasulullah sudahkan ibadah yang aku lakukan tadi bisa membalas kebaikan ibu kepada aku, Rasulullah menjawab belum.
Begitu penasarannya pemuda itu melakukan tawaf dan sa’I sebanyak tiga kali sambil menggendong ibunya, dan datang lagi kepada Rasulullah, sambil menceritakan erihal ibadahnya itu, dan Rasulullahpun menjawab dengan hal yang sama, sambil kemudia Beliau mengatakan sebanyak apapun kebaikan yang dilakukan oleh anak kepada ibunya, tidak akan pernah bisa membalas kebaikan ibu kepadanya.
Selamat hari ibu, semoga kita menjadi anak yang bisa membanggakan ibu di dunia dan nanti di hadapan Allah SWT, ammin.

Pendidikan berkarakter


Pendidikan adalah usaha sadar dalam mewujudkan manusia yang utuh, yaitu manusia yang mengetahui darimana dia berasal, untuk apa dia diciptakan, dan akan kemana dia kembali.
Pendidikan yang ada sekarang belum bisa menjawab perihal di atas, terbukti denganmasih banyaknya perilaku negative yang dilakukan para pelajar, mahasiswa, dan para pejabat bangsa ini.
Olek karenanya pada saat ini masyarakat kembali di ingatkan dengan kurikulum berkarakter, yang isinya adalah nilai-nilai positif yang ingin dimiliki siswa sebagai hasil dari kegiatan siswa di kelas.
Setelah siswa belajar mereka diharapkan mempunyai karakter seperti berikut :
1. Religius, yaitu manusia yang paham bahwa dirinya adalah manusia yang sepenuhnya bergantung kepada Allah SWT, tidak ada yang terjadi pada dirinya kecuali atas pengetahuan Allah. Manusia seperti ini akan senantiasa melakukan aktifitas atas dasar Allah, dalam bahasa agama disebut dengan ikhlas.Sehingga setelah mereka bekerja, maka kerjanya bukan untuk materi tapi untuk Allah SWT.
2. Jujur, manusia yang senantiasa melakukan aktifitas didasarkan atas kejujuran, tidak berani berbohong,karena ketika sekali berbohong akan diikuti dengan kebohongan yang lain.
3. Toleransi, adalah manusia yang senantiasa berani untuk berbeda dan menerima perbedaan itu dengan baik.dia akan menghormati orang yang berbeda dengan dirinya.
4. Disiplin, manusia yang mampu menghargai waktu, manusia yang mampu memaksimalkan dirinya dalam mengerjakan semua urusan, dia selalu berprinsif “jika telah selesai urusan yang lain, segera laksanakan urusan yang berikutnya”.
5. Kerja keras, adalah manusia yang mempunyai etos kerja yang tinggi, karena dia yakin setiap pekerjaannya adalah ibadah, oleh karenanya tidak ada kamus malas dalam dirinya.
6. Kreatif, manusia yang mampu memaksimalkan kemampuanya , senantiasa punya ide-ide baru dan terus berkreasi.
7. Mandiri, manusia yang tidak bergantung pada orang lain, mampu mengatur hidupnya dan tidak pernah mengeluh.
8. Demokrasi, manusia yang selalu terbuka dalam menerima perbedaan, karena sesungguhnya fitrahnya adalah kita diciptakan berbeda.
9. Rasa ingin tahu, adalah manusia yang tidak puas dengan apa yang sudah diketahui, dia akan terus belajar dan belajar.
10. Semangat kebangsaan
11. Cinta tanah air
12. Menghargai prestasi
13. Bersahabat
14. Cinta damai
15. Gemar membaca
16. Peduli lingkungan
17. Peduli social
18. Tanggung jawab

Tahun baru hijriyah dan tahun baru masehi


Ummat islam sudah melewati tahun baru islam 1433 h, walaupun hanya sebagian kecil yang memperingatinya, saya perlu menegaskan kepada kita semua memperingati tahun baru islam adalah sebuah kebaikan. Karena dengan demikian kita akan memahami makna tahun baru lewat sebuah perjalanan panjang Rasulullah yang dinamakan dengan hijrah.

Hijrah adalah titik tolak tersebarnya Islam kepenjuru dunia, dan pada akhirnya sampai kepada kita di indonesia tercinta ini. Jika kita tidak memperingatinya memang tidak ada masalah, akan tetapi bisa kita saksikan betapa ummatnya ini sudah sangat jauh dari memahami symbol=symbol islam. Bulan-bulan islam banyak yang tidak paham, berbeda dengan bulan-bulan masehi.

Akan tetapi saya mengharapkan kepada kita semua, baik tahun hijriyah ataupun masehi sesungguhnya milik Allah, bukankah matahari dan bulan yang dijadikan ukuran perubahan tahun itu, keduanya milik Allah ?.

Oleh sebab itu marilah kita senantiasa lebih mendkatkan diri kepada Allah, ketika terjadi penggantian waktu, supaya kita tidak termasuk orang yang rugi