Marhaban Ramadhan


InsyaAllah malam ini kita sudah masuk bulan suci Ramadhan 1436 H. Ummat Islam indonesia bersiap-siap melaksanakan sholawat tarawih, semua masjid sudah bisa diperkirakan dipadati kaum muslimin yang akan melaksanakan ibadah tarawih tersebut. Akan tetapi selalu kita bertanya mengapa penuh sesaknya masjid oleh jamaah itu hanya awal-awal ramadhan saja. Padahal semakin hari semakin banyak pahala yang Allah berikan kepada hambanya, bahkan kalaulah ummatku tahu apa rahasia yang ada dibulan ramadhan pasti mereka mengharapkan sepanjang tahun itu ramadhan.

Karena ketidak tahuan inilah ramadhan menjadi bulan yang disia-siakan oleh ummat islam, kalaupun ia puasa, tarawih itu hanya sekedar rutinitas saja tanpa memahami hikmah yang ada didalamnya. Oleh sebab itu marilah kita gali kembali ilmu ramadhan supaya kita termasuk orang yang dapat magfiroh, berkah, rahmah dengan datangnya bulan ramadhan.

Amalan yang mendekatkan ke surga


Suatu hari Muaz Bin Jabal ra datang kepada Rasulullah dan beliau bertanya, ya Rasulullah beritahu aku amalan yang dapat memasukan aku ke surga dan menjauhkan aku dari neraka. Rasulullah menjawab engkau bertanya sesuatu yang besar. Akan tetapi akan mudah bagi siapa saja yang Allah mudahkan. Amalan itu adalah :

  1. beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya
  2. mendirikan sholat
  3. membayarkan zakat
  4. puasa di bulan ramadhan
  5. menuanaikan ibadah haji

setelah itu Rasulullah bertanya kepada muaz bin jabal ra, inginkah aku kasih tahu tentang pintu-pintu surga ?

  1. puasa adalah perisai
  2. shadaqah akan mematikan kesalahan seperti air mematikan api
  3. dan sholat seseorang ditengah malam

kemudian Rasulullah melanjutkan sabdanya, aku beritahu kalian pokok dari segala perkara, tiang dan puncaknya :

  1. pokok perkara adalah islam
  2. tiangnya adalah sholat
  3. puncaknya adalah jihad

kemudian Rasulullah mengingatkan kita, jika kita ingin memiliki semuanya maka jagalah lisan kita.

Marhaban Ya Ramadhan


Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu yang mulia, bulan penuh berkah, bulan penuh rahmah, bulan penuh maghfirah, dan bulan yang menjajikan pahala 1000 bulan. Itulah Ramadhan yang selalu kita tunggu dan harapkan kedatangannya. Bulan dimana manusia berlomba-lomba berbuat kebaijkan dengan segala kemampuan dan kesempatan yang dimilikinya. Bulan yang selalu memberikan secercah harapan kepada kaum marginal (miskin, fakir, dan dhuafa ) akan banyak rezeki yang mereka dapatkan dari para dermawan.

Akan tetapi selalu kita di hadapkan pada sebuah pertanyaan besar, apakah ramadhan telah membentuk kita menjadi manusia yang bertaqwa sebagaimana yang Allah firmankan dalam QS 2 : 183 itu?. Marikita lihat karakter taqwa berdasarkan QS 3 : 134-135.

  1. senantiasa menginfaqkan hartanya dalam keadaan lapang maupun sempit
  2. mampu menahan marah atau mampu mengendalikan emosi
  3. mampu memaafkan kesahan orang lain
  4. senantiasa berbuat baik
  5. kalau berbuat dosa segera mohon ampun kepada Allah
  6. tidak melanjutkan perbuatan dosanya

sesungguhnya Ramadhan Allah hadirkan kepada kita sebagai bukti kecintaan Allah kepada manusia supaya selalu menjadi manusia yang memperbaharui dirinya dengan iman dan amal. Inilah manusia yang selalu rindu Allah dan Allah pun rindu mereka

Ikhlas


Ikhlas adalah kata yang sering banyak di ucapkan seseorang ketika mereka mengerjakan sesuatu. Dalam banyak hal memang kita harus melakukannya. Tetapi ikhlas bukanlah amal lisan, ia adalah amal hati, dan siapa yang bisa mengetahui urusan hati kecuali Allah SWT. Jika seseorang mengerjakan amal ikhlas maka sebenarnya kta bisa lihat dari beberapa hal :

  1. Dia akan beramal sungguh-sungguh walaupun tidak ada orang
  2. Dia akan beramal sungguh-sungguh walaupun tidak dipuji orang
  3. Dia akan beramal sungguh-sungguh walaupun dapat hinaan
  4. Dia akan beramal sungguh-sungguh walaupun dapat cacian

Sungguh amal ini akan bernilai jika disertai dengan keikhlasan, dan akan terasa berat jika melakukannya karena ingin dipuji orang.

Hati


Rasulullah bersabda bahwa dalam diri manusia ada segumpal daging, apabila daging itu bagus maka baguslah seluruh amalnya. Apabila daging itu kotor maka kotor pula seluruh amal perbuatannya. Segumpal daging tersebut adalah hati.

Ibnu Qoyim membagi hati itu menjadi tiga yaitu:

  1. Hati yang sehat/selamat
  2. Hati yang mati
  3. Hati yang sakit

Hati yang sehat adalah hati yang mudah menerima kebenaran, jauh dari syirik, iri, dan dengki. Ia selalu rindu akan perbuatan baik, senang dengan kebaikan, dan tidak sungkan memberikan manfaat kepada orang lain.

Hati yang mati adalah hati yang buta dari keberanan dan selalu membawa kepada keburukan

Hati yang sakit adalah hati yang senantiasa memperturutkan hawa nafsu tapi masih suka menerima kebajikan