Melanjutkan amaliah Ramadhan


Saudaraku, predikat taqwa telah kita peroleh pada ramadhan kemaren. Akan tetapi ternyata mempertahankan itu lebih sulit daripada meraihnya. Ini kita bisa lihat dari kesungguhan kita beribadah di bulan Ramadhan. Jika di Ramadhan kita rajin membaca Al-Qur’an bahkan target khatam, lalu bagaimana dengan bulan syawal dan bulan-bulan berikutnya. Di bulan Ramadhan kita sungguh-sungguh qiyamullail, lalu bagaimana dibulan syawal ini dan bulan-bulan berikutnya. Di bulan Ramadhan kita begitu banyak berinfaq, lalu bagaimana dengan di bulan syawal dan bulan-bulan berikutnta.
Jika motivasi kita beribadah itu karena setiap ibadah sunnah di hitung wajib, dan wajib dilipat gandakan pahalanya oleh Allah maka kita disebut makhluk “matre”. Tapi sesungguhnya ada pertanyaan besar, apa yang menyebabkan hal ini terjadi?. Maka jawaban adalah karena dalam diri manusia ada tiga sumber kejahatan yang menyebabkan manusia jatuh pada dosa yaitu:
1. Sombong, yaitu merasa ibadah kita sudah bagus dan sudah banyak pahala yang kita dapatkan dibulan ramadhan, sehingga dibulan syawal kita santai. Sama seperti orang yang pergi haji, dia beranggapan begitu banyak pahala yang dia dapatkan di mekkah dan madinah, sehingga ketika sudah tiba di Indonesia tidak usah bersusah payah lagi beribadah. Ketahuilah sombong ini syetan yang mengajarkan kepada manusia.
2. Tamak, ketahuilah nabi Adam Allah turunkan kedunia karena dia tamak, Allah melarangnya memdekati pohon itu, akan tetapi nabi Adam malah mengambil dan memakannya. Ketahuilah korupsi terjadi karena tamak, gaji yang besar tidak membuatnya cukup, pantas kalau Rasulullah bersabda “jika manusia diberikan satu lembah emas, dia akan meminta dua lembah emas berikutnya, dan yang membuatnya diam hanya sumpalan tanah”.
3. Hasad, ketahuilah qabil rela membunuh saudaranya habil karena dia hasad. Para pejabat rela saling fitnah, saling memaki juga karena sifat ini.
Jadi kalau begitu apa yang harus kita lakukan supaya predikat taqwa itu senantisa ada dalam diri kita, maka tidak ada jalan lain selain melanjutkan amaliah ramadhan, yaitu:
1. Lanjutkan puasa, yaitu puasa sunnah yang dianjurkan Rasulullah, senin kamis dan ayyamul bith (13,14 dan 15 bulan hijriah)
2. Lanjutkan tadarus, membaca al-qur’an karena bacaan al-qur’an ini yang bisa melembutkan hati kita.
3. Lanjutkan qiyamullail, Allah akan memuliakan kita dan senang kepada orang yang menghususkan bangun malam untuk munajat kepadanya.
4. Lanjutkan berinfaq dan sedeqah kita, kebahgian itu bukan pada sipenerima tapi justru ada pada sipemberi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s