Tentang Ghibah


Rasulullah bertanya kepada para sahabat,kalian mengerti ghibah?.Para sahabat menjawab Allah dan Rasulnya yang lebih mengerti, lalu beliau bersabda :
“Ketika kau ungkap hal-hal / keadaan kawanmu sedangkan ia benci dengan pengungkapan itu kepada orang lain, maka itulah yang disebut ghibah. Lalu bagaimana kalau hal itu sesuai dengan kenyataan?. Jawab Rasulullah : Jika hal itu sesuai dengan kenyataan itulah ghibah, dan jika tidak sesuai itulah disebut “buhtan”.(memfitnah).
Nabi SAW berada dirumah, sedang para sahabat sedang berada di masjid. Dan Zaid bib Tsabit sedang mengulang-ngulang hadits Rasulullah. Secara kebetulan ada orang mengantar daging kepada Rasulullah dan dilihat oleh para sahabat yang sedang berada di masjid. Lalu mereka meminta tolong Zaid untuk meminta daging kepada Rasulullah karena mereka sudah lama tidak makan daging. Ketika Zaid berangkat menghadap Rasulullah mereka sibuk membicarakan Zaid.
Kemudian setelah Zaid menyampaikan pesan mereka kepada Rasulullah, Rasulullah bersabda : Zaid sampaikan kepada mereka : sebenarnya kalian telah makan daging, jawab mereka demi Allah telah lama kami tidak makan daging, Zaid kembali kepada Rasulullah , tetapi beliau tetap bersabda , sebenarnya kalian telah makan daging. Karena mereka merasa tidak memakannya, akhirnya mereka menghadap Rasulullah, Rasulullah kalian telah memakan daging saudaramu, hingga saat ini masih berbekas di gigimu, coba kalian meludah agar terbukti merahnya daging itu,setelah mereka meludah nyatalah kepada mereka ludahnya berdarah. Akhirnya merekapun bertobat dan minta maaf kepada Zaid.
Maka renungkanlah ayat dalah surat Al-Hujurat ayat 12 ini:
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Semoga bermanfaat bagi kita dan tidak mudah membicarakan kekurangan orang lain yang belum tentu benarnya, lebih baik setiap kejadian kita ambil pelajarannya supaya hidup kita semakin baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s