WANITA BERTERIMAKASIHLAH PADA ISLAM


 

Posisi wanita pra Islam

Dalam masyarakat yunani kuno wanita ditransaksikan, mereka dijual dipasar-pasar layaknya binatang ternak atau barang lainnya. Dalam perkembangan berikutnya wanita hanya tempat pelampiasan nafsu saja. Bahkan ada legenda tentang dewi aphrodite yang menghianati ketiga suaminya yang dianggap sebagai dewa. Ia melahirkan anak yang bernama kaubid dan dianggap sebagai dewa cinta padahal ia hasil dari perselingkuhan.

Dalam mayarakat romawi kuno dan mesir kuno wanita dianggap sebagai anak asuh roh-roh jahat. Seorang ayah tidak harus mengakui anaknya, jika seorang wanita melahirkan pihak wanita akan membawa bayi kehadapan ayahnya dan diletakkan dikaki ayahnya, apabila si ayah mengangkat dan menggendongnya maka nasabnya mengikuti ayahnya. Kalau siayah membiarkannya, mereka akan memungut anak bayi tersebut dan diletakkan di lapangan atau tempat ibadah. Apabila ada yang merasa iba dan memungutnya, maka bayi tersebut menjadi budak dan berhak diperlakukan apa saja, dijual atau dibunuh. Apabila tidak ada yang memungutnya bayi itu akan mati dengan sendirinya.

Dalam masyarakat romawi kuno wanita tidak bebas bertindak, selama hidupnya ia tertawan, terikat, dan tak pernah bebas, kecuali meninggal dunia. Sedangkan pada zaman mesir kuno hanya wanita dari kaum bangsawan saja yang diperlakukan baik, sedang dari kaum biasa tidak jauh berbeda dengan masyarakat yang lainnya.

Pada zaman india kuno wanita adalah bayang-bayang suaminya, maka apabila suaminya mati maka ia pun harus mati. Maka apabila proses pembakaran jenazah suaminya dilakukan ia pun ikut dibakar hidup-hidup.

Wanita dalam pandangan nasrani sebagai mana diungkapkan Paus Sostam wanita adalah makhluk jahat yang tidak bisa dihindari. Ia adalah penyakit terkutuk yang akan menimpa laki-laki dengan penuh kesadaran. Ia adalah bencana yang dikemas dalam hiasan yang elok dan memikat.

Pastor Tortulian berkata wanita adalah gerbang masuknya setan kedalam hati dan jiwa laki-laki. Ia selalu menyalahi ajaran-ajaran Tuhan dan senantiasa membujuk laki-laki agar keluar dari agamanya. Konferensi makun pada abad lima belas masehi menghasilkan kesepakatan ditubuh wanita terdapat roh jahanam kecuali Maryam ibu Nabi Isa as.

Undang-undang Inggris sampai tahun 1805 masih membenarkan suami menjual isterinya dan harga terendahnya adalah 6 poundsterling. Bahkan terjadi kasus tahun 1931 seorang suami karena brangkrut menjual isterinya kepada tetangganya dengan harga 500 poundsterling.

Slogan persamaan, kebebasan, dan keadilan yang digaungkan revolusi perancis ternyata hanya berlaku bagi pria. Sedangkan wanita tetap seperti semula, undang-undang sipil tidak membolehkan wanita mengadakan perjanjian tanpa seizin walinya.

Pada zaman jahiliyah kelahiran anak wanita adalah aib, bahkan tak segan mereka menguburkannya hidup-hidup.

“58.  Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.

59.  Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.”(Surat An-Nahl ayat 58-59 ).

 Pada masa ini wanita tidak mendapatkan warisan bahkan dia termasuk yang dijadikan warisan.

Wanita pada masa Islam

Setelah Islam hadir maka perlakuan buruk kepada wanita tersebut dihapuskannya. Dalam pandangan Islam wanita dan laki-laki mempunyai hak yang sama.

“71.  Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Surat At-Taubah ayat 71)

Ayat diatas menjelaskan tentang kesamaan wanita dan laki-laki dalam hal memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Kemulian wanita terlihat dari sebuah hadits yang sudah masyhur kita dengar, ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasululullah tentang siapa yang harus lebih dimuliakannya di dunia ini. Maka Rasulullah menjawab Ibumu, dan perkataan ini diulangnya sampai tiga kali dan yang ke empat baru bapak. Ada beberapa alasan mengapa Rasulullah memberikan penghormatan yang luar biasa kepada wanita ( ibu ), yaitu Pertama Ibu lah yang mengandung dalam keadaan susah payah dari mulai 0 bulan sampai 9 bulan dengan berbagai macam resiko, tapi ia tetap sabar sampai kemudian ia melahirkan anaknya. Yang kedua ibu lah yang melahirkan, melahirkan taruhannya adalah nyawa tapi seorang ibu tidak pernah mengeluh untuk melahirkan, bahkan seorang ibu dianggap sempurna ia sebagai seorang wanita ketika ia bisa melahirkan seorang anak.

Yang ketiga Ibu lah yang menyusui seorang ibu terkadang hilang rasa malunya demi menyusui anaknya, ketika anaknya ingin menyusu, terkadang ditempat umum pun ia lakukan, padahal jika belum punya anak  pasti ia tidak akan berani melakukan itu. Dan dengan air susu itu lah seorang ibu lebih mengikatkan batin dengan anaknya, karena air susu itu jadi daging yang tumbuh dalam diri anaknya. Yang ke empat ibulah madrasah yang pertama bagi anaknya, kesuksesan seorang anak lebih kepada bagaimana seorang ibu menjadikannya sukses.

Bahkan suatu hari Rasulullah didatangi seorang anak muda yang ingin berperang, Rasulullah bertanya engkau punya ibu, ia menjawab punya  ya Rasulullah, Rasulullah menjawab pulanglah dan muliakan ibu mu. Bahkan pertanyaan seorang perempuan kepada Rasulullah tentang sesuatu menyebabkan turunnya surat Al-Mujadilah ayat 1, dan setelah itu Umar Ibnu Al-Khatab sangat menghormati perempuan tersebut.

Rasulullah bahkan marah kepada sahabat yang tidak memberi tahu kematian seorang perempuan yang suka membersihkan masjid, begitu banyak wanita-wanita hebat di dunia ini dan itu adalah peluang yang islam berikan kepada mereka.

Akan tetapi manusia sekarang suka mengsalah artikan kebebasan itu, seorang wanita yang baik dia tidak akan melupakan kodratnya sebagai seorang ibu, yang akan melahirkan putra-putra bangsa yang bermantabat, mujahid-mujahid baru penegak dan pembela agama Allah seperti yang dilakukan seorang perempuan jaman nabi ynag menyerahkan empat orang anaknya sebagai mujahid yang berperang dijalan Allah dan mereka semua sebagai syahid.

Atas dasar kesamaan hak, banyak wanita yang melupakan kodratnya, dia abaikan keluarga, dan yang terjadi adalah lahirlah generasi-generasi rusak. Oleh karena itu marilah kita merenungi kembali arti emansipasi, yaitu memberikan ruang gerak kepada wanita seluas-luasnya tanpa harus meninggalkan kodratnya sebagai ibu, yang dipundaknya punya tanggung jawab yang besar, untuk melahirkan generasi-generasi yang punya tanggung jawab kepada dirinya, keluarganya, bangsa dan agamanya. Ibu yang sukses adalah ibu yang membuat anaknya tahu tentang dirinya dan tahu tentang Tuhannya

Iklan

One response to “WANITA BERTERIMAKASIHLAH PADA ISLAM

  1. Subhanallah, Allah tidak pernah tidur untuk memperhatikan siapa diantara hambanya yang betul-betul ikhlas berjuang untuk keluarga dan anak-anaknya, dan jangan pernah khawatir semua itu amat besar nilainya disisi Allah swt

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s