HUTBAH I’DUL ADHA 1430 H


Segala puji untuk Allah yang telah mempertemukan kita dengan bukan dzulhijah bukan dimana ummat Islam kembali mengumandangkan Takbir seraya mengagungkan asmaNYA. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada manusia pilihan Allah yaitu Rasululaah Muhammad SAW.

Bulan ini ada dua ibadah yang Allah syariatkan kepada kita yaitu ibadah haji dan ibadah qurban. Berbahagialah manakala kita bisa melaksanakan kedua ibadah ini. Allah adalah DZAT yang maha rahman sehingga semua manusia bisa mengambil bagian dari setiap ibadah yang Allah syariatkan kepada manusia. Sehingga bagi mereka yang belum sanggup berhaji maka berqurbanlah.

Ibadah haji adalah ibadah yang luar biasa, kita bukan hanya dituntut mengeluarkan harta yang banyak, juga harus mempersiapkan fisik yang luarbiasa karena ibadah ini adalah ibadah fisik. Thawaf, sa’i, melontar jumrah semuanya memerlukan fisik yang luar biasa.

Ibadah haji memiliki makna yang sangat dalam. Ibadah ini memiliki hikmah yang dalam. Dari mulai awal pelaksaan sampai akhir memiliki hikmah yang apabila ditangkap oleh orang yang melaksanakan haji, maka dia akan menjadi manusia baru yang memiliki nilai spritualitas yang tinggi.

Lihatlah pakai ihram itu, putih berarti suci. Orang yang telah melaksanakan haji harus memiliki kebersihan hati. Karena ketahuilah sumber kebusukan itu berasal dari hati yang dikendalikan oleh nafsu. Orang yang berpakaian ihram sama seperti orang yang dikafani. Ini menujukan kepada kita manusia harus siap setiap saat menyongsong kematian ini. Maka Allah berfirman sebaik-baiknya bekal adalah taqwa. Tidak ada lagi yang harus kita persiapkan kecuali taqwa.

Tawaf, sa,i dan melempar jumrah semuanya dilakukan dengan gerakan. Ini mengajarkan kepada kita bahwa kita harus terus berusaha bergerak melakukan perbaikan diri dan masyarakat kita. Dalam haji ada tahalul memotong rambut, ini mengajarkan kepada kita, harus berusaha membersihkan otak kita dari fikiran-fikiran negatif.

Sehingga apa yang terjadi kalau orang haji mampu memahami ini. Ia akan menjadi manusia yang akan membawa perbaikan kepada diri dan masyarakatnya. Sehingga benarlah hadits nabi itu sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Demikianpun Qurban, ini adalah ibadah yang luar biasa. Allah berfirman Aku tidak menerima daging dan darah yang kalian qurbankan yang aku terima adalah ketaqwaan dari kalian. Binatang adalah simbol dari keserakahan, simbol dari pengumbar nafsu, simbol dari keangkuhan, simbol dari ketidak teraturan. yang sesungguhnya itu adalah sifat dari nafsu yang ada pada manusia. Maka ketika seseorang berqurban pada dasarnya dia belum berqurban selama belum menyembelih nafsu yang ada didalam hatinya. Ini makna qurban yang sesungguhnya, ketika seseorang sudah mampu menyembelih nafsunya dia akan dekat dengan sang penciptanya, karena ketahuilah bahwa yang menyebabkan terhalangnya kita dengan Allah adalah dosa dikarenakan kita menuruti nafsu kita.

Qurban adalah usaha seorang hamba dalam mendekatkan dirinya pada Sang Khalik Allah SWT. Maka maknailah qurban seperti itu, maka anda dan saya akan menjadi hambanya yang dekat dengan Khaliknya, bukankah ini yang kita inginkan?.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s